Premanisme Bukan Masalah Sepele

Tidak heran lagi dengan adanya preman di seluruh dunia bahkan daerah di indonesia. Karena preman sudah menjadi hal yang wajar keberadaannya di mata masyarakat bahkan pemerintah. Walaupun banyak masyarakat yang ngeluh dengan keberadaannya, yang selalu berbuat hal yang tidak patut dicontoh, seperti preman di terminal bus yang memungut pungutan liar dari sopir-sopir, preman di pasar yang memungut pungutan liar dari lapak-lapak kakilima, dan sering terjadi perkelahian antar preman karena memperebutkan wilayah garapan yang beberapa di antaranya menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Dan itu menjadi hal yang membuat masyarakat bimbang dengan adanya preman, karena di sisi lain masyarakat ingin melaporkan preman kepada pihak berwenang, tapi di sisi lain juga masyarakat takut untuk melaporkan hal tersebut.

Pemerintah di indonesia seperti leha-leha untuk memberantas adanya preman, karena dilihat dari beberapa daerah, termasuk daerah yang saya tempati yaitu Bandung Barat masih banyak preman yang belum pemerintah tangani. Dan seharusnya pemerintah tangani dengan bijak dan jangan anggap sepele dengan adanya preman dimana-mana.

Seperti halnya di Amerika Serikat yang sama banyaknya preman atau gengster-gengster di setiap daerahnya. Namun pemerintah Amerika Serikat saat ini mampu menertibkan gengster-gengster dibandingkan era dulu seperti munculnya gengster macam Alphonse Gabriel Al Capone. Dengan RICO Act cukup ampuh menertibkan gengster di AS sampai ke akar-akarnya. Sanksi buat oknum mafia gengster yang bandel, tak taat aturan akan disikat dengan RICO Act. Tetapi, jika penanganan secara parsial seperti sekarang maka sulit mengatasinya. Sebab, jika suatu gengster hilang, tercei berai maka akan muncul kelompok lainnya.

Jangan sampai premanisme menjadi budaya alami di negara kita, karena akan selalu bertindak jahat yang meresahkan keamanan masyarakat serta menganggu ketertiban umum dan memberikan pengaruh yang negatif bagi kesejahteraan dan perekonomian masyarakat. Dan harusnya Amerika Serikat menjadi contoh untuk pemerintah indonesia, seharusnya pemerintah jangan lalay dalam menangani masalah preman, karena kehadiran preman akan berpengaruh untuk kemajuan sebuah negara.

Maka dari itu, pemerintah patut meminimalisir adanya preman dengan memperluas ekonomi di tiap daerah dan meperkuat dalam penegakkan hukum supaya memberikan efek jera bagi pelaku tindakan premanisme.


Oleh: Fakhri Wahdan Mubarok



Tidak ada komentar

Posting Komentar

© all rights reserved
made with by templateszoo