Peran Keluarga dalam Pembentukan Karakter Anak

karakter bisa  diartikan sebagai tanda atau ciri khusus dari seseorang. Karakter juga dapat dipahami sebagai pola dan tingkah laku yang bersifat individual serta  sifat yang dimiliki seseorang. Pola tingkah laku dan sifat ini terbentuk setelah seseorang melewati masa pertumbuhan dan masa kanak-kanak, baik atau buruknya karakter seorang itu tergantung dengan siapa dan dimana ia bergaul, terutama pembentukan karakter pada seorang anak.

Karakter juga sangat erat kaitannya dengan ilmu pengetahuan dan pendidikan dari seorang anak, serta berkaitan juga dengan bagaimana cara anak tersebut mendapatkan pengetahuan yang baik (knowing the good), Karakter juga berkaitan dengan bagaimana seseorang melakukan hal yang baik (acting the good), dan mencintai yang baik (loving the good). Ketiga hal ini terjalin berkelindan yang tidak dapat berdiri sendiri. Ketiga hal tersebut dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh faktor pergaulan, lingkungan, sekolah serta yang paling utama adalah faktor keluarga.

Orang tua merupakan guru pertama bagi seorang anak, orang tua juga memiliki peran yang sangat penting penting dalam membantu pertumbuhan dan perkembangan seorang anak baik itu dalam hal fisik, pola pikir, mental dan karakteristik.

Bukan hanya orang tua saja yang mempunyai peran dalam pembentukan karakter pada anak, tapi orang rumah dan keluarga serta lingkungan juga sangat mempengaruhi pertumbuhan anak, karena anak akan meniru dan mengikuti apa yang dilakukan dan diucapkan oleh orang terdekatnya. Karena itulah keluarga harus bisa mendidik anak sejak dari kecil dan mengarjarkan hal-hal baik, karena seorang anak akan mengikuti apa yang diajarkan kepadanya.

Peran keluarga dalam pembentukan karakter anak tentunya berbeda dengan peran seorang guru yang mengajarinya disekolah, disekolah hanya diajarkan teori-teorinya saja seperti diajarkan pentingnya sopan santun, kejujuran, disiplin dan yang lainnya. Tetapi pendidikan dan pengajaran serta penerapan yang sesungguhnya itu adalah di luar sekolah salah satunya dilingkungan rumah atau keluarga.

Ada beberapa peran dan fungsi keluarga dalam pembentukan karakter pada anak, yang tentunya bisa diterapkan serta diwajibkan untuk setiap orang khususnya harus mampu mendidik dan mengajarkan hal-hal baik kepada anaknya, karena baik atau buruk nya perilaku seorang anak sepenuhnya ada di tangan orang tua dan lingkungan keluarga.

Pertama, orang tua dan keluarga harus mampu menjadi seorang pendidik atau educator bagi anak, seorang anak tentunya akan meniru segala hal dari orang tua dan keluarganya, baik itu perkataan, perbuatan, kebiasaan dan lainnya. Maka dari itu orang tua dan keluarga harus mampu menjadi seorang pendidik atau educator yang baik untuk anaknya.

Kedua, orang tua dan keluarga harus mampu menjadi seorang fasilitator bagi anak, Berkaitan dengan hal tersebut, orang tua sebagai guru mempunyai peran yang sangat penting dalam membina dan membimbing anak agar memiliki kriteria kecerdasan tersebut. Dalam pendidikan karakter di lingkup masyarakat plural, peran orang tua dapat menjadi fasilitator dalam menanamkan nilai-nilai karakater pada anak untuk dapat hidup berdampingan di tengah-tengah perbedaan yang ada.

Ketiga, orang tua dan keluarga berperan sebagai pengawas dan pendamping bagi anak, orang tua harus mampu mengawasi setiap gerak gerik, sikap, perbuatan dan perkataan yang di ucapkan oleh anak tersebut. Serta dalam hal ini jugaorang tua harus mampu mengamati minat, bakat dan kelebihan dari anaknya, selain itu juga harus memperhatikan apa yang disukai dan yang tidak disukainya, karena bisa jadi kelebihan yang dimiliki seorang anak, itulah yang akan menjadikannya anak yang berbakat dan pintar dibidang nya.

Menurut salah satu tokoh dibidang pendidikan, bahwa pembelajaran pada anak itu dapat dikategorikan menjadi tiga pola, yaitu : orang tua memegang kendali penuh terhadap hasil belajar siswa, hasil belajar siswa ditentukan antara guru dan orang tua, guru lebih dominan dalam menentukan keberhasilan belajar siswa.

Keempat, orang tua dan keluarga harus mampu menjadi motivator bagi anak, orang tua dan keluarga harus mampu menjadi motivator bagi anaknya, tidak menutup kemungkinan seorang anak pasti akan ada saatnya ia berada dititik dimana anak mengalami stress akibat bosan dan cape dengan sekolah, dengan tugas-tugas, serta bisa jadi ada pembulian oleh teman-temannya. 

Dalam keadaan ini, orang tua harus mampu menjadi seorang motivator dengan terus memberikan motivasi, nasihat dan kata-kata bijak  ke anak agar tetap semangat menjalani kehidupan, dan semangat belajar walaupun cape dan banyak tugas.  Dengan adanya suntikan motivasi dari lingkungan keluarga dapat memacu kreatifitas maupun kecapakan anak dalam proses pembelajaran dan pembentukan karakter seorang anak untuk menyongsong kehidupannya dimasa mendatang.

 

Penulis : Khoerul Rohman

Sent from Mail for Windows

 

Tidak ada komentar

Posting Komentar

© all rights reserved
made with by templateszoo